Potret Manusia dan Keindahan
Manusia dan Keindahan. sebuah kalimat yang berbeda namun menyatu.
Manusia merupakan makhluk Tuhan yang dianugrahkan akal dan pikiran,
makhluk Tuhan yang pada dasarnya mencintai kedamaian dan keindahan,
makhluk Tuhan yang dengan mudahnya jatuh namun dengan mudahnya pula bangkit kembali,
makhluk Tuhan yang selalu menginginkan perubahan.
Banyak definisi tentang manusia yang tak mungkin di deskripsikan satu persatu. Namun pada intinya, manusia adalah makhluk Tuhan yang mencintai keindahan.
Keindahan, ada banyak macamnya.
Baik keindahan alam, keindahan mahkluk Tuhan, serta keindahan pembangunan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
Saya rasa segala sesuatu yang menciptakan kedamaian maupun kekaguman bagi siapa saja yang melihatnya, itulah definisi keindahan.
Terurai kata takjub yang tak henti bagi siapapun yang melihatnya, serta mengingatkan kita bahwa ada Yang Maha Kuasa yang berkuasa.
Berikut saya akan berbagi beberapa potret Manusia dan Keindahan yang ada di sekitarnya.
Potret 1
J-Town
"Makhluk Sosial, begitulah sebutan untuk manusia.
Manusia hidup berkelompok dan saling membutuhkan satu sama lain.
Manusia hidup di bumi ini dibekali akal dan pikiran oleh Yang Maha Kuasa.
Maka dari itu,
manusia selalu mengalami perubahan dan tidak pernah berhenti melakukan pembangunan,
serta terjadilah kemajuan atas usahanya diiringi dengan kehendak-Nya."
Potret 2
"Pantai Anyer"
"Yang Maha Kuasa menitipkan alam semesta 'tuk dirawat, dijaga, dan
dilestarikan.
Namun Dia juga memperkenankan kita 'tuk menikmati
keindahannya barang sesaat. Memperkenankan kita 'tuk melihat alam lebih
jauh lagi agar kita sadar bahwa Yang Maha Kuasa itu ada dan berkuasa.
Memperkenankan kita 'tuk mengais rezeki dari alam milik-Nya.
Tapi jangan lupa diri,
Tapi jangan lupa diri,
Dia juga mengharuskan kita 'tuk merawat alam yang
menjadi milik-Nya.
Jangan sampai kita terlantarkan, apalagi kita rusak.
Ingat, jika tidak kita jaga, Dia bisa mengambil milik-Nya kapanpun dia
mau."
Thank You For Visiting
by :
R. Aisy
Universitas Gunadarma 2018
1KA04


Comments
Post a Comment